^ Ke Atas
 
 

BERITA FOTO

2013-04-23 : Kunjungan (Tamu Luar Negeri)

Kunjungan Dubes Jepang ke-1

2013-04-23 : Kunjungan (TNI & POLRI)

Kunjungan Panglima TNI Periode 98-99

2013-04-23 : Kunjungan (Birokrat dan Politisi)

Kunjungan Wakil Ketua MPR RI 09-14

2013-04-23 : Kunjungan (Musisi dan Budayawan)

Kunjungan Jamrud ke-1

Anda berada di: Depan > Aturan Bagi Yang Terlambat Datang Saat Khutbah Jumat Dimulai
Aturan Bagi Yang Terlambat Datang Saat Khutbah Jum'at Dimulai
Diposting pada: 2013-09-20 21:20:05 | Hits : 1196 | Kategori: Pendidikan
 

Orang yang datang menghadiri shalat Jum’at sesudah imam naik mimbar kehilangan kesempatan mendapat pahala lebih besar. Namanya tidak tertulis dalam buku catatan Malaikat untuk mendapatkan tambahan pahala. Padahal para Malaikat berada di pintu-pintu mesjid mencatat siapa siapa yang datang. Karenanya siapa yang dating lebih awal mendapatkan keutamaan lebih banyak daripada yang belakangan.

Ada beberapa hukum dan aturan penting yang harus diketahui bagi siapa yang mendatangi shalat Jum’at saat imam sudah memulai khutbahnya, diantaranya :

Pertama : Shalat dua raka’at yang ringan bagi orang yang baru datang

Sumber (HR. Muslim)

Kedua : Tidak boleh melangkahi bahu jama’ah

Sumber (HR. Ibnu Majah)

Ketiga : Tidak memisahkan duduk dua orang yang berdekatan kecuali dengan izin keduanya

Sumber (HR. Abu Daud ashahhu Al-Albani)

Keempat : Tidak boleh mengusir seseorang dari tempat duduknya lalu ia menempatinya

Sumber (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Kelima : Apabila ada seseorang berpindah dari tempat duduknya untuk memberikan kepadanya agar ia menempatinya, hendaknya ia tidak mau

Sumber (HR. Abu Daud ashahhu Al-Albani)

Keenam : Duduk di barisan terakhir

Sumber (HR. Abu Daud dan Al-Tirmidzi)

Keenam perkara ini hampir-hampir terlupakan oleh kita. Padahal hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah jauh-jauh hari merekamnya. Para ulama juga sudah menjelaskannya. Semoga kita dijadikan bagian dari orang-orang yang rakus kepada kebaikan dan amal shalih. Khususnya yang di hari Jum’at, sehingga kita sudah bersiap-siap sejak pagi untuk memuliakan sayyidul ayam yang mulia. Wallahu a’lam

 

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Sifat Iri Yang Diperbolehkan :
Dari Ibnu Umar R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Tidak Boleh Seseorang Iri Terhadap Orang Lain Kecuali Dalam Dua Hal Yaitu Seseorang Yang Diberi Pengertian Al Qur'an Lalu Ia Mempergunakannya Sebagai Pedoman Amalnya Siang-malam Dan Seseorang Yang Diberi Oleh Allah Kekayaan Harta Lalu Ia Membelanjakannya Siang-malam Untuk Segala Amal Kebaikan."

 

 

Powered by: GaluhCMS | Hosted by: GaluhWeb