^ Ke Atas
 
 

BERITA FOTO

2013-04-23 : Kunjungan (Tamu Luar Negeri)

Kunjungan Dubes Jepang ke-1

2013-04-23 : Kunjungan (TNI & POLRI)

Kunjungan Panglima TNI Periode 98-99

2013-04-23 : Kunjungan (Birokrat dan Politisi)

Kunjungan Wakil Ketua MPR RI 09-14

2013-04-23 : Kunjungan (Musisi dan Budayawan)

Kunjungan Jamrud ke-1

Anda berada di: Depan > Potret Kecintaan Para Sahabat Kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam
Potret Kecintaan Para Sahabat Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Diposting pada: 2014-01-13 20:41:59 | Hits : 1292 | Kategori: Pendidikan
 

Bicara masalah cinta Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa diragukan lagi adalah orang terdepan dalam perealisasian kecintaan mereka kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengapa? Sebab cinta dan kasih sayang merupakan buah dari perkenalan, dan para sahabat merupakan orang yang paling mengenal dan paling mengetahui kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak mengherankan jika cinta mereka kepada Beliau jauh lebih besar dan lebih dalam dibandingkan kecintaan orang-orang yang datang sesudah mereka.

Di antara bukti perkataan di atas, adalah suatu kejadian yang terekam dalam sejarah yaitu: Perbincangan yang terjadi antara Abu Sufyan bin Harb -sebelum ia masuk Islam- dengan sahabat Zaid bin ad-Datsinah rodhiallahu ‘anhu ketika beliau tertawan oleh kaum musyrikin lantas dikeluarkan oleh penduduk Mekkah dari tanah haram untuk dibunuh. Abu Sufyan berkata, “Ya Zaid, maukah posisi kamu sekarang digantikan oleh Muhammad dan kami penggal lehernya, kemudian engkau kami bebaskan kembali ke keluargamu?” Serta merta Zaid menimpali, “Demi Allah, aku sama sekali tidak rela jika Muhammad sekarang berada di rumahnya tertusuk sebuah duri, dalam keadaan aku berada di rumahku bersama keluargaku!!!” Maka Abu Sufyan pun berkata, “Tidak pernah aku mendapatkan seseorang mencintai orang lain seperti cintanya para sahabat Muhammad kepada Muhammad!” (Al-Bidayah wa an-Nihayah, karya Ibnu Katsir [V/505], dan kisah ini diriwayatkan pula oleh al-Baihaqy dalam Dalail an-Nubuwwah [III/326]).

Kisah lain diceritakan oleh sahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, “Di tengah-tengah berkecamuknya peperangan Uhud, tersebar desas-desus di antara penduduk Madinah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbunuh, hingga terdengarlah isakan tangisan di penjuru kota Madinah. Maka keluarlah seorang wanita dari kalangan kaum Anshar dari rumahnya, di tengah-tengah jalan dia diberitahu bahwa bapaknya, anaknya, suaminya dan saudara kandungnya telah tewas terbunuh di medan perang. Ketika dia memasuki sisa-sisa kancah peperangan, dia melewati beberapa jasad yang bergelimpangan, “Siapakah ini?”, tanya perempuan itu. “Bapakmu, saudaramu, suamimu dan anakmu!”, jawab orang-orang yang ada di situ. Perempuan itu segera menyahut, “Apa yang terjadi dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!” Mereka menjawab, “Itu ada di depanmu.” Maka perempuan itu bergegas menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menarik bajunya seraya berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, aku tidak akan mempedulikan (apapun yang menimpa diriku) selama engkau selamat!” (Disebutkan oleh al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid [VI/115], dan dia berkata, “Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath dari syaikhnya Muhammad bin Su’aib dan aku tidak mengenalnya, sedangkan perawi yang lain adalah terpercaya.” Diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah [II/72, 332]).

Demikianlah sebagian dari potret kepatriotan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengungkapkan rasa cinta mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sumber : Link

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Jangan Dekati Zina! :
Hai Umat Muhammad, Demi Allah, Tak Ada Satupun Yang Lebih Pencemburu Dari Allah Ketika Ada Seorang Hamba-Nya Yang Laki-laki Atau Perempuan Berbuat Zina. Hai Ummat Muhammad, Demi Allah, Sekiranya Kalian Mengetahui Seperti Apa Yang Aku Ketahui, Tentu Kalian Akan Sedikit Tertawa Dan Banyak Menangis.�? Kemudian Beliau Mengangkat Kedua Tangannya Seraya Berkata , “Ya Allah, Bukankah Aku Sudah Sampaikan?�?

 

 

Powered by: GaluhCMS | Hosted by: GaluhWeb