Cara buka blokir (BTN mobile) tanpa ke bank hubungi WhatsApp
- Selasa, 02-06-2026
- 8
Dalam rangkaian kegiatannya di tanah air, Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Armenia dan Georgia yaitu Bapak Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E., S.H. menyempatkan untuk mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Pejabat yang juga kelahiran Bandung ini disambut oleh pimpinan pesantren Bapak K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag. di kediamannya. Setelah istirahat beberapa waktu, rombongan dubes dan pimpinan pesantren lainnya langsung menuju tempat acara di Gedung Nadwatul Ummah.
Pada kesempatan kunjungan yang dihadiri oleh stakeholder Pondok Pesantren Darussalam Ciamis mulai dari santri, dewan guru, pimpinan SP3, pimpinan pesantren dan beberapa undangan dari luar, Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Armenia dan Georgia ini menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali sementara waktu ke tanah air dan dapat bersilaturrahim dengan keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.
Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan dalam pidatonya terkait kegiatan-kegiatannya sebagai seorang duta besar di tiga negara eropa tersebut dan juga suka dukanya dalam menjalankan tugas negara yang diembannya. Beliau juga memberikan motivasi khusus kepada para santri agar senantiasa terus semangat dalam belajar dan berjuang untuk menggapai segala yang dicita-citakan.
: tanpa label
Bagaimana pendapat Anda mengenai informasi yang disampaikan dalam website ini ?
"Telah Mengabarkan Kepada Kami Ali Bin Abdillah Dari Hisyam Bin Yusuf Dari Ma'mar Dari Az-Zuhri Dari Urwah Bin Zubeir Dari Aisyah R.a. Berkata, "Orang-orang Bertanya Kepada Rasulullah SAW Tentang Para Dukun," Beliau Bersabda, "Tidak Ada Apa-apanya." Para Sahabat Bertanya, "Wahai Rasulullah, Mereka Kadang-kadang Bisa Menceritakan Sesuatu Yang Benar Kepada Kami. Maka Rasulullah SAW Bersabda, "Kalimat Tersebut Berasal Dari Kebenaran Yang Dicuri Oleh Jin, Kemudian Dibisikkan Ke Telinga Para Walinya (dukun). Maka Para Dukun Tersebut Mencampurkan Kalimat Yang Benar Tersebut Dengan Seratus Kedustaan."